Search
Saturday 24 June 2017
  • :
  • :

Sopir Angkot Keluhkan Operasi Bus Sekolah

perwakilan-sopir-angkot-yang-hadir-dalam-peretemuan

perwakilan-sopir-angkot-yang-hadir-dalam-peretemuan

Dprd.penajamkab.go.id — PPU — Sejumlah perwakilan sopir angkutan kota (angkot) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendatangi gedung DPRD terkait operasi bus antar jemput anak sekolah yang diduga tidak memiliki izin operasi, Senin (7/11).

Menyikapi hal tersebut Komisi III DPRD PPU langsung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak SMPN 21, Polres PPU, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), serta Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubudpar) guna melakukan klarifikasi sekaligus sebagi bentuk upay a mediasi atas permasalahan yang muncul.

sekretaris-komisi-iii-dprd-ppu-jamaludin-s

sekretaris-komisi-iii-dprd-ppu-jamaludin-s

“Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini,” terang Sekretaris Komisi III, Jamaluddin saat membuka rapat yang juga dihadiri Wakil Ketua II DPRD, Syahrudin M. Noor, Anggota Komisi III, Wakidi dan Zeth Salurapi itu.

Dilain pihak, Wakidi menjelaskan proses antar jemput anak sekolah berada di bawah lembaga pendidikan sebagai penyelenggara.   Hal ini termuat di dalam Bab II Pasal 3 Ayat 1 Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.967/AJ.202/DRJD/2007 tentang pedoman teknis penyelenggaraan angkutan sekolah.

“Tinggal kesepakatan antara sopir angkot dengan SMPN 21 PPU yang difasilitasi disdikpora, apalagi satu bus itu kan hanya mengangkut 25 orang, sementara jumlah siswa yang butuh angkot kan ada ratusan orang,” katanya.

anggota-komisi-iii-dprd-ppu- Wakidi MA

anggota-komisi-iii-dprd-ppu- Wakidi MA

Setelah dilakukan pertemuan, akhirnya disepakati bahwa sopir angkot akan mendata angkot yang berlangganan dengan siswa SMPN 21 PPU. Mereka juga harus mulai parkir untuk menunggu para siswa sebelum jam pulang sekolah sekitar pukul 14.00 Wita. (hms-is)

Comments

comments




Leave a Reply