Search
Saturday 24 June 2017
  • :
  • :

DPRD PPU Minta Peredaran Beras Raskin Dievaluasi

Anggota DPRD Dapil Waru-Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Anwar Sanus (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Anggota DPRD Dapil Waru-Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Anwar Sanus (Bagus Purwa – Hello Borneo)

PENAJAM, dprd–penajamkab.go.id — DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meninta pemerintah daerah setempat melakukan evaluasi peredaran beras untuk rumah tangga miskin (raskin) agar mutu dan kualitas beras tersebut tetap terjaga.

Anggota DPRD Penajam Paser Utara, Dapil Waru-Babulu, Anwar Sanusi, di Penajam, Kamis, mengatakan, banyaknya keluhan masyarakat yang menerima raskin dari Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak layak konsumsi, merupakan bukti pengawasan pemerintah daerah terhadap penyaluran raskin sangat lemah.

“Harus ada evaluasi dari instansi terkait untuk memperketat peredaran beras untuk rumah tangga miskn itu, bentuk tim pengawas dimasing-masing kecamatan untuk meyeleksi raskin tersebut,” tegasnya.

Selain memperketat pengawasan penyaluran raskin, lanjut Anwar Sanusi, harus ada juga standarisasi kualitas beras untuk rumah tangga miskin, karena selama ini ada kencederungan raskin yang disalurkan kepada masyarakat tersebut dicampur atau dioplos dengan beras yang sudah lama tersimpan di gudang.

“Banyak masyarakat penerima raskin mengeluhkan, berasnya berbau apek dan berwarna kemerah-merahan tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.

Pendistribusian beras untuk rumah tangga miskin, tambah Anwar Sanusi, perlu ditelusuiri lebih jauh karena dikhawatirkan ada permainan atau kesengajaan dalam pendistribusian raskin tersebut. Inspektorat wajib melakukan penelusuran terkait penyaluran raskin karena angaran pemerintah untuk membeli beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin tersebut cukup besar.

“Anggaran pemerintah untuk raskin RP1.600 per kilogram, tapi masyarakat penerima raskin yang mengeluhkan raskin yang disalurkan itu lebih cocok untuk makanan hewan ternak dibanding dikonsumsi manusia,” jelasnya. (adv/bp/*esa)

Comments

comments




Leave a Reply