Search
Saturday 19 August 2017
  • :
  • :

Pansus LKPJ Himbau DKPP Maksimalkan PJU dan RTH

Ketua Komisi I, Fadliansyah saat memimpin RDP dengan DKPP. Foto : Miftah

Ketua Komisi I, Fadliansyah saat memimpin RDP dengan DKPP. Foto : Miftah

dprd-penajamkab.go.id, PENAJAM —  Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) TA. 2014 DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kebersihan Pertamanan & Pemakaman (DKPP) PPU, Rabu (24/6/2015) lalu terkait beberapa permasalahan yang tengah dihadapi.

Ketua Pansus LKPJ, Fadliansyah, dalam kesempatan tersebut mempertanyakan penyebab beberapa penerangan jalan umum (PJU) yang mati. Dirinya juga berharap agar lokasi-lokasi rawan kecelakaan dapat segera diberikan penerangan. “Kami berharap beberapa titik rawan dapat diberikan penerangan,” ujarnya.

Sementara, Anggota Pansus LKPJ, Zaenal Arifin, menghimbau kepada DKPP PPU untuk dapat lebih menggiatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Adanya RTH di lokasi yang menjadi wajah daerah akan menambah keindahan dan daya tarik. Zaenal mencontohkan, lokasi bekas lapangan sepakbola di Petung misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membangun RTH, dikarenakan lokasi yang strategis.

Kepala DKPP PPU, Tita Deritayati, menjelaskan ada pengalihan tugas dan fungsi terkait penerangan jalan. Sebelumnya, PJU dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang kemudian terjadi alih fungsi tugas ke DKPP.

Tidak hanya itu, beberapa masalah lain juga ditengarai menjadi penyebab. Defisitnya daya listrik PLN hingga terasnya dana anggaran perawatan terhadap lampu jalan juga membuat masalah ini belum bisa untuk segera diselesaikan.

Diakuinya, rencana untuk menjadikan bekas lapangan sepakbola petung sebagai lokasi RTH, Tsependapat dengan usul dari politisi PAN tersebut. Namun, permasalahan untuk pembebasan lahan masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaan. “Masyarakat, menginginkan ganti ragi atas tanah,” jelasnya.

Zaenal berjanji akan turut membantu terkait pembebasan lahan. Dirinya akan mencoba bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat di daerah itu, untuk kemudian duduk bersama mencari solusi terbaik. “Nanti Kami coba untuk berdiskusi dengan mereka (tokoh masyarakat) untuk permasalahan ini,” katanya. (mif)

Comments

comments




Leave a Reply