Search
Saturday 19 August 2017
  • :
  • :

Pemuda Pancasila Demo Byarpet ke DPRD

Suasana demo Pemuda Pancasila di halaman kantor DPRD PPU. (foto:hms/jmd)

Suasana demo Pemuda Pancasila di halaman kantor DPRD PPU. (foto:hms/jmd)

PENAJAM, dprd-penajamkab.go.id— Sejumlah anggota organisasi masyarakat dari Majelis Pemuda Pancasila (PP) Kab. PPU lakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD, Senin (15/6/2015). Unjuk rasa dilakukan terkait dengan pemadaman listrik bergilir yang masih  terjadi di daerah tersebut.

Ketua Majelis PP, Abdul Rauf, menyatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh PLN wilayah Petung masih belum maksimal. Rauf mengklaim perusahaan listrik milik negara itu tidak memberikan solusi nyata atas permasalahan yang dialami daerahnya selama ini.

“Jangan biarkan masyarakat resah dengan keadaan ini. Kami datang atas keinginan dari seluruh masyarakat,” tegas Rauf saat rapat dengar pendapat dengan pihak PLN.

Manajer PLTD Paser, Jamaluddin, menjelaskan beban puncak untuk saat ini sebesar 14 000 KW. Sedangkan, tambah Jamal kemudian, mesin pembangkit yang dimilikinya saat ini hanya berkapasitas 12,500 KW. Ada kekurangan daya sebesar 1,500 KW yang harus dipenuhi jika pemadaman bergulir tidak ingin dilakukan.

Penjagaan ketat oleh aparat saat demo Pemuda Pancasila di DPRD PPU.(foto: hms/jmd)

Penjagaan ketat oleh aparat saat demo Pemuda Pancasila di DPRD PPU.(foto: hms/jmd)

Pada periode September 2014 lalu, diakui Jamal, pasokan listrik untuk daerah Penajam dinilai masih aman. Barulah di akhir Oktober ditahun yang sama terjadi penurunan pasokan listrik yang mengharuskan adanya pemadaman listrik secara bergilir.

“Secara teknis kami sudah melakukan langkah antisipasi,” jelas Jamal. Koordinasi dengan pihak Perusda dalam menyuplai kebutuhan pasokan listrikpun, dikatakan Jamal terus dilakukan untuk mengatasi permasalahan byarpet listrik ini.

Wakil Ketua II DPRD, Syahruddin M. Noor sangat menyayangkan dengan keadaan seperti ini. Menurut Syahruddin, pihaknya memang sudah melakukan konsultasi kepada pihak PLN mengenai hal ini sampai ke PLN pusat di Jakarta. Namun, politisi partai Demokrat itu masih belum dapat merasakan solusi nyata yang diberikan atas keluhan-keluhan yang sdah disampaikan.

“Kami mau langkah nyata untuk permasalahan ini, apalagi ini sudah menjelang bulan Ramadhan,” kata Syahruddin.

Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua I DPRD, Sudirman, menganggap hal yang lumrah jika terjadi unjuk rasa seperti itu. Sudirman tegaskan, masyarakat hanya menginginkan keinginan listrik untuk mereka dapat terpenuhi.

“Undang-undang masyarakat itu pokoknya  pak. Pokoknya nyala,” kelakar Sudirman.

Pada akhir pertemuan pihak PLN berjanji untuk segera menyelesaikan maslah defisit listrik ini. Dipastikan, pada tanggal 19 Juni mendatang, ada pasokan listrik dari mesin sewa dari perusahaan Sewatama akan menyuplai listrik sebesar 1000 KW. Diharapkan pasokan listrik ini nantinya dapat menjadi solusi jangka pendek atas permintaan masyarakat agar pelaksanaan ritual ibadah tidak terganggu dengan adanya pemadaman listrik. (hms/mif)

Comments

comments




Leave a Reply