Search
Thursday 22 June 2017
  • :
  • :

Ingin Maksimalkan UMKM, DPRD PPU Contoh Bali

Kunjungan-kerja-DPRD-PPU-ke-Disperindagkop-Bali. Foto Oleh Miftah

Kunjungan-kerja-DPRD-PPU-ke-Disperindagkop-Bali. Foto Oleh Miftah

Dprd-penajamkab.go.id — PPU — Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dalam pembangunan di sektor ekonomi. Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang relatif tinggi serta kebutuhan modal investasi  yang kecil, UMKM bisa dengan fleksibel menyesuaikan dan menjawab kondisi pasar yang terus berubah.

Dalam pelaksanaannya, UMKM tentu perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah agar dapat maksimal  dalam menjalankan fungsi dan perannya.  Pendampingan, pembinaan serta menciptakan suasana usaha yang kondusif menjadi sarat mutlak sebagai sebuah manifestasi dari dukungan itu sendiri. Banyak aspek yang harus diperhatikan, pun  refrensi serta  waktu yang dibutuhkan juga  tidak sedikit.

Dirasakan DPRD, peran UMKM di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini masih perlu untuk terus ditingkatkan. “Usia daerah (Kab. PPU) kami masih sangat muda. Kami sangat butuhkan banyak informasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah kami.” jelas Wakil Ketua DPRD, Sudirman, saat lakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi/UKM/Perindag Kab. Badung Provinsi Bali, Rabu (8/4).

Senada, anggota DPRD dari fraksi PDI-P, Hartono Basuki juga menjelaskan, “Kami selalu berupaya untuk hadir di tengah-tengah mereka, hanya saja dalam strateginya kami masih kurang.” . Diakui Hartono Pemerintah daerah selama ini juga sudah melakukan pembinaan serta pendampingan para pelaku usaha, namun hal ini tentu saja belum cukup maksimal untuk merangsang tumbuh kembangnya para pelaku usaha. Dalam pembinaan dan pendampingan perlu banyak aspek yang masih harus diperhatikan agar dapat terintegrasi dengan baik.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung bahwa daerahnya memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam bidang industri kecil dan berbasis ekonomi kerakyatan. Terbukti,  untuk PAD yang mereka peroleh mencapai  angka 2,7 T. Dirinya tambahkan, selama ini pemerintah daerah selalu melakukan pendampingan serta pembinaan kepada para pelaku usaha. Pemberian bantuan modal untuk usaha juga diberikan. Namun Wayan menegaskan pemberian modal  selama ini tidak dalam bentuk uang, melainkan  dalam bentuk barang yang menunjang usaha. Dalam pengajuannya pun juga melalui verifikasi yang cukup ketat. Para pelaku usaha harus bisa membuktikan bahwa usaha yang mereka miliki tengah berjalan. Tim verifikasi juga memeriksa langsung kondisi di lapangan.

“Kami juga berikan bantuan modal untuk mereka. Modal tidak berupa uang, melainkan barang yang menunjang usaha. Tim verifikasi juga kami minta untuk turun langsung ke lapangan sebelum pemberian modal dilakukan.”, jelasnya.

Diakhir pertemuan, rombongan DPRD diajak untuk melihat-lihat galeri kerajinan tangan para pengrajin Bali. Hasil karya bernilai seni tinggi berbahan baku bekas mengundang decak kagum rombongan. Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD, Sudirman juga membeli satu buah kerajinan tangan berupa patung ayam dan sangkar yang terbuat dari kayu. Sudirman mengatakan, “Bali memang luar biasa, tidak salah kami kesini untuk bertukar informasi.” Jelasnya. (mif)

Rombongan-Saat-Melihat-Hasil-Kerajinan-Tangan. Foto Oleh Miftah

Rombongan-Saat-Melihat-Hasil-Kerajinan-Tangan. Foto Oleh Miftah


Comments

comments




Leave a Reply