Search
Sunday 22 October 2017
  • :
  • :

DPRD Nilai Perbaikan Jalan Kabupaten Tidak Maksimal

PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai pelakasanaan proyek swakelola perbaikan dan pemeliharan jalan Kabupaten belum berjalan maksimal terbuki dengan masih minimnya penyerapan anggaran hingga bulan Agustus ini. Demikian diungkapkan, Wakil Ketua DPRD PPU, Jon Kenedi, Kamis  (30/8).

“Kami sangat menyayangkan hingga saat ini proyek pemeliharan dan  perbaikan jalan serta jembatan oleh Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Prasarana Wilayah (DPU-Kimpraswil) PPU belum  berjalan maksimalnya,”ucap Jon.

Menurutnya, sejumlah jalan dan jembata kabupaten saat ini masih banyak kondisi yang rusak dan perlu mendapatkan perhatian, namun belum  juga  ditangani oleh DPU-Kimpraswil,  hal ini juga tergambar masih minimnya penyerapan anggaran yang baru mencapai 30 persen atau Rp600 juta lebih saja dari total anggaran Rp2 miliar  perbaikan satu tahun anggaran 2012 ini.

Ia  berpendapat, dengan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk proyek swakelola tersebut,  dinilai dinas tekait terkesan lambat dan kurang proaktif. Selain itu, kekurangnya alat berat tidak bisa dijadikan alasan sehingga kegiatan tidak maksimal dilakukan.

“Saya kira dengan jumlah alat berat yang ada saat ini,   sudah sangat cukup, toh pekerjaan ini jenisnya hanya pemeliharaan dan perbaikan saja, tidak membangun baru, jadi tidak butuh waktu lama dan setelah selesai sudah dapat dialihkan ke lokasi lain yang membutuhkan perbaikan . Apalagi truk pengangkut alat berat sudah tersedia, sehingga bisa melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain,”tukas Jon.

Dituturkannya, proyek pembangunan baru  dengan nilai satu miliar saja, masih bisa berjalan maksimal dengan satu alat berat, tetapi kenapa perbaikan jalan yang mungkin tidak membutuhkan waktu berbulan-bulan tidak mampu melakukannya. Jadi semua ini tinggal teknis dan pengaturan dilapangan saja .

Ditambahkannya, selain itu, penambahan alat berat  yang diusulkan oleh DPU-Kimpraswil saat ini masih belum terlalu dibutuhkan, sebab kalau mau jujur,  masih banyak kegiatan yang lebih prioritas perlu mendapatkan perhatian pemerintah, seperti pembangunan dan perbaikan gedung sekolah, peningkatan puskesmas,  jalan dan irigasi  pertanian, perkebunan serta  perikanan.

“Penambahan alat berat guna menunjang  kegiatan pemeliharan dan perbaikan jalan kabupaten bukan skala prioritas, sebab alat sudah kita nilai cukup,  jadi  lebih baik dana yang ada digunakan  untuk membangun atau merehab sekolah serta puskesmas sehingga bisa dinikmati masyarakat,”ujarnya.

Diberitakan, Kabid Bina Marga DPU-Kimpraswil PPU, Supardi MS,  membeberkan, hingga saat ini,  penyerapan anggaran pemeliharaan dan perbaikan jalan serta jembatan yang bersumber dari APBD PPU tahun 2012, baru terserap sekitar 30 persen atau Rp600 an juta dari total anggaran Rp2 miliar lebih. dengan realisasi pekerjaan perbaikan jalan dan jembatansecara sporadis atau tidak satu tempat pada seluasi 300 kilometer.

Kurang maksimal penyerapan tersebut, terangnya, disebabkan , karena terbatasnya alat berat milik Bina Marga dari dua jenis excavator hanya satu yang bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan sedangkan satu unit digunakan membantu kegiatan di Tempat Pembungan Akhir (TPA) sampah dan juga kerap dipakai guna penanganan banjir. Kemudian satu unit dozer serta grader satu unit.

“Karena kendala alat tersebut, kemungkinan penyerapan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan belum terserap maksimal sesuai harapan, oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan alat berat tersebut, pada anggaran perubahan kali ini, kami telah mengusulkan anggaran sebesar Rp6 miliar guna pengadaan dua unit excavator Long Arm dan pembelian satu unit dozer, ”tukansya.

Comments

comments




Leave a Reply